Potensi Desa

Potensi Unggulan: SAGU

Desa Musai dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sagu terbesar di Kabupaten Lingga. Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak warga, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi.
Luas Perkebunan Sagu: ±174 hektar
Jumlah Petani Sagu: Ratusan kepala keluarga
Hasil Produksi: Sagu mentah dan olahan, seperti tepung sagu dan makanan tradisional

Keunggulan Sagu Musai:

Ditanam secara alami tanpa bahan kimia
Dikelola dengan kearifan lokal secara turun-temurun
Berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk UMKM

Pemerintah Desa Musai terus mendorong pemberdayaan petani dan pelaku usaha sagu agar dapat mengangkat potensi lokal ini ke tingkat regional bahkan nasional.

Peluang Pengembangan:

Industri rumahan berbasis olahan sagu
Pariwisata edukatif: kunjungan ke kebun dan proses pengolahan
Kolaborasi dengan UMKM dan pelatihan pengolahan modern

Berbagai Jenis Olahan Sagu

SAGU LEMAK

Sagu lemak merupakan makanan ringan khas Melayu Kepulauan Riau. Makanan ini berbahan dasar sagu. Makanan ini banyak dibuat dan terkenal kepulauan Riau seperti di Daik lingga, Nerekeh dan sebagainya. Sagu Lemak dapat dimakan langsung pake sendok atau diambil pakai tangan (menangkup). Makanan khas tradisional Melayu Riau ini dibuat dari  sagu yang berasal dari Pohon Sagu (Metroxylon sagu Rottb. sinonim Metroxylon rumphii M. squarrosum) yang banyak tumbuh di kwasan hutan desa musai.

KERIPIK CINCIN

Sagu menjadi salah satu bahan yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk, salah satunya ialah produk makanan keripik cincin  menggunakan bahan dasar dari sagu, Pembuatan keripik cincin menggunakan campuran kunyit dan  sagu, tanpa ada campuran tepung lainnya. Sehingga memberikan rasa gurih yang khas,” 
Keripik Cincin juga menjadi oleh-oleh khas Kepri yang sering dibawa dari para pendatang luar daerah bahkan luar negri untuk diberikan kepada sanak saudara sebagai oleh-oleh.

Scroll to Top